Headlines

Prabowo Serahkan Hitung Riil KPU ke Tuhan

Admin Mediakerincinews.com | Selasa, 15 Juli 2014 | Kategori ,

Mediakerincinews.com - Calon presiden Prabowo Subianto mengaku akan taat aturan dan hukum terkait hasil hitung riil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, Indonesia sedang membangun demokrasi sehingga semua proses harus diikuti.
"Demokrasi berarti ikuti tata aturan main. Kita serahkan dan ikuti KPU. Semua pendukung yang simpati kepada kami tenang, kita percaya diri dan serahkan kepada yang maha kuasa," kata Prabowo di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014).
Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan, ia mengajak pihaknya bersabar karena berjuang untuk rakyat. Ia mengatakan, pihaknya bukan orang-orang ingkar janji dan tidak suka berbohong. "Kita takut dengan Allah SWT. Kalau Prabowo tandatangan, dia sampai mati akan ikuti, kita ingin Indonesia baik. Kita serahkan kepada KPU," tuturnya.
Namun, Prabowo juga mengajak kader, simpatisan serta pendukung untuk waspada. Dirinya mengatakan, meski menahan diri dan sabar menunggu hasil KPU bukan berarti bisa dianggap lemah dan takut.
"Demi kebenaran, keadilan, dan kejujuran, kita siap mempertahankan nilai-nilai itu," terang Prabowo yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Gerindra. Dalam Pilpres 2014, Prabowo berdampingan dengan Hatta Rajasa.

Sumber : Tribunjambi.com

Bupati Kerinci Persilakan Mantan Pejabat Gugat ke PTUN

Admin Mediakerincinews.com | | Kategori , ,

Mediakerincinews.com, Kerinci - Adanya aksi sekelompok PNS yang mempertanyakan SK pemberhentian mereka sebagai pejabat di lingkup Pemkab Kerinci, ditanggapi dingin Bupati H Adirozal.
 Soal rencana gugatan ke PTUN? Adirozal mengaku sah-sah saja, sejauh sesuai dengan dasar hukum yang ada. "Saya katakan tidak boleh anarkis. Apalagi oleh orang-orang berpendidikan dan mantan pejabat," katanya.
 Terkait aksi yang dilakukan, Adirozal mengaku tidak masalah jika ada PNS yang melakukan aksi. "Silakan saja melakukan aksi. Itu kan hak mereka, dan saya tidak bisa melarang aksi itu," katanya ditemui di kantor bupati, Senin (14/7).
 Hanya saja, kata Adirozal, aksi harus dilakukan sesuai ketentuan, dan tidak ada yang melakukan tindakan anarkis. LKalau anarkis, saya takut nanti malah akan merugikan diri sendiri," ujar mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini.
 Soal tuntutan mantan pejabat, yang meminta SK pemberhentian mereka segera dikeluarkan, bupati mengatakan tidak mungkin bisa secepat yang mereka inginkan.
 "Kalau soal SK kan perlu proses. Pelantikan baru Rabu kemarin, Kamis serah terima dengan pejabat lama, dan Jumat baru masuk kantor. Sebelum masuk kantor, tentu SK harus diserahkan dulu, supaya ada legalitasnya," katanya.
 Dengan kondisi itu, tentu SK untuk pejabat yang baru yang harus disiapkan lebih dahulu. Setelah itu baru bisa diurus SK pemberhentian pejabat sebelumnya. "SK yang harus disiapkan kan banyak," ujarnya.
 Ia berharap semua pihak bisa bersabar, menunggu proses keluarnya SK. LSama hal nya dengan penyusunan strukur pejabat yang akan duduk di SKPD. Harus ada proses, misalnya pertimbangan Baperjakat," katanya lagi.
 Mengenai kerusakan fasilitas kantor saat berlangsungnya aksi? Adirozal mengaku tidak akan mempersoalkan hal itu, apalagi sampai melaporkannya pada polisi. "Kalau rusaknya hanya sedikit untuk apa kita lapor. Jika rusak berat, sehingga bermasalah dengan BPK, tentu ada prosedurnya," pungkasnya. 
Sumber : Tribunjambi.com

Para Mantan Pejabat Kerinci Tanya SK Mutasi

Admin Mediakerincinews.com | | Kategori , ,

Mediakerincinews.com, Kerinci - Puluhan mantan pejabat di lingkup Pemkab Kerinci, Senin (14/7) pagi, mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kerinci.
 Kedatangan mantan pejabat Eselon II, III dan eselon IV, lantaran mereka pada Selasa (8/7) lalu baru saja dibebastugaskan dari jabatannya. Makanya mereka mempertanyakan surat keputusan (SK) tentang pemutasian tersebut.
 Suasana ricuh sempat terjadi saat kedatangan mantan pejabat yang merasa dizolimi tersebut. Bahkan, seorang mantan pejabat sempat mengamuk dan memprotes keras kebijasakan Bupati Kerinci. Kondisi baru bisa kembali normal, setelah beberapa petugas Satpol PP dan polisi datang ke lokasi.
 Seorang mantan pejabat Kerinci, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang BHSDAK Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kerinci, Zainal M, kepada wartawan mengatakan, kedatangan mereka mempertanyakan tentang SK pemutasian mereka.
 Soalnya, hingga saat ini kejelasan akan SK pemutasian mereka belum diterima. Padahal sudah empat hari jam kerja yang mereka lewatkan. "Kata kabid pemutasian, kita disuruh ke kantor, sampai di kantor mereka bertele-tele katanya akan diserahkan ke humas," ujarnya.
 Ia beralasan, pihaknya sangat memerlukan SK tersebut, lantaran harus menjalankan kewajiban sebagai PNS di Kerinci. Selain itu, dengan adanya SK tersebut, juga ingin mengetahui tempat tugas barunya.
 "Sampai sekarang kita tidak tahu kemana kita dimutasi, karena waktu pelantikan kemarin kita tidak diundang," katanya.
 Selain mempertanyakan SK, pihaknya juga akan mempertanyakan kebijakan Bupati Kerinci, H Adi Rozal, yang dianggap sangat menyalahi aturan. Terutama dalam hal proses pengangkatan dan pemutasian pejabat.
 Mereka mengaku bupatisaat ini melaksanakan kebijakannya diluar aturan yang berlaku. Bahkan, ia beranggapan selama 100 hari masa jabatannya, belum ada kinerja yang baik dari bupati selain merombak pejabat secara besar-besaran.
 "Jangan gara-gara kami tidak memilih beliau, kami malah dinonjobkan. Kalau aturannya pejabat baru bisa dinonjobkan dan dibebastugaskan, apabila pejabat tersebut narkoba, gila, asusila, dan sebagainya. Sedangkan kami tidak masuk dalam kategori itu," ujarnya lagi.
 Hal senada juga disampaikan mantan pejabat lainnya. Saat dikonfirmasi Tribun, mereka mengaku prihatin dengan adanya pergantian pejabat secara besar-besaran ini, apalagi dengan mendatangkan pejabat dari luar. Ini menunjukkan seolah-olah warga Kerinci tidak memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai pejabat.
 "Kasihan teman-teman. Apalagi sudah meniti karir dari bawah, namun saat mulai merangkak naik malah dipangkas di tengah jalan. Kami mendapat kabar, ada yang tidak pernah menjadi staf langsung naik ke eselon III. Selain itu, kemungkinan ada PNS yang statusnya belum pindah ke Kerinci, namun ternyata sudah diangkat menjadi pejabat," ujar mantan pejabat ini.
 Hal senada juga disampaikan mantan pejabat eselon II lainnya. Ketika dihubungi Tribun via telepon, juga membenarkan adanya aksi untuk mempertanyakan SK pemberhentian dari Bupati Kerinci, H Adirozal. "Teman-teman juga berencana PTUN kan bupati," katanya.
 Untuk diketahui, pada Selasa (8/7) lalu, Bupati Kerinci melantik 311 pejabat Eselon II, III, dan eselon IV. Selain itu, sebanyak 148 pejabat sebelumnya dinonjobkan. Untuk jabatan eselon II yang dilantik sebanyak 25 orang, sedangkan yang non job sebanyak 14 orang.
 Sedangkan pejabat Eselon III yang dilantik sebanyak 95 orang, sementara yang nonjob sebanyak 56 orang. Sementara itu, pejabat eselon IV yang dilantik sebanyak 191 orang dan nonjob 78 orang. beberapa pekan sebelumnya, juga ada pejabat yang dilantik. 

Sumber : Tribunjambi.com

IMPPS - SUMBAR Gelar Pengobatan Gratis

Admin Mediakerincinews.com | Kamis, 03 Juli 2014 | Kategori , ,

Mediakerincinews.com, Kerinci - IMPPS Sumbar adalah organisasi kemahasiswaan mahasiswa Semurup Kerinci yang berdomisili di Provinsi Sumatera Barat. Sejak berdirinya IMPPS-Sumbar aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat. Tradisi pengabdian masyarakat yang selalu dilakukan adalah melaksanakan berbagai kegiatan disaat libur semester menjelang lebaran Idul Fitri yang bertempat di Tigo Luhah Semurup. 

Pada liburan tahun 2014 ini, IMPPS-Sumbar akan melaksanakan pengobatan gratis bagi para lansia se-Tigo Luhah Semurup. Ketua IMPPS-Sumbar Wahyu Setiawan mengatakan bahwa kegiatan ini, dalam rencananya akan dilaksanakan tiga hari menjelang lebaran selama satu hari penuh, dengan memberdayakan para tenaga-tenaga medis dari alumni IMPPS-Sumbar sendiri dan bekerjasama dengan Puskesmas Unit Semurup.

"Dalam perencanaan kegiatan kami tahun ini, dimana kami akan melaksanakan pengobatan gratis bagi para lansia di Tigo Luhah Semurup, dan untuk tenaga medis kami sudah koordinasi dengan para senior dan alumni IMPPS-Sumbar, kami akan memberdayakan para dokter dan perawat yang merupakan alumnus IMPPS-Sumbar sendiri dan bekerjasama dengan Puskesmas Unit Semurup," ungkap wahyu dikediamannya Desa Hamparan Pugu.

Ditempat terpisah Riska mengatakan beberapa dokter spesialis dan umum serta perawat yang merupakan alumni IMPPS-Sumbar yang akan terlibat dalam pengobatan gratis yaitu :

1. Tenaga Dokter
     - Dr. Marlis ( Spesialis )
     - Dr. Deri Mulyadi (Spesialis)

2. Dokter Umum
    - Dr. Nani Febriani
    - Dr. Radius
    - Dr. Wisa
    - dan seluruh mahasiswa kedokteran dan perawat serta kebidanan yang berasal dari Tigo Luhah Semurup.

Dafrisman, S.Pd yang merupakan alumnus sekaligus ketua pertama IMPPS.Sumbar melalui ponsel menyambut baik kegiatan kemanusiaan yang akan dilaksanakan oleh IMPPS.Sumbar.

"Saya sangat mendukung kegiatan adik-adik saya dari IMPPS-Sumbar, atas kegiatan pengobatan gratis yang akan dilakukan, ini kegiatan positif insyaallah kami para alumni akan mendukung sepenuhnya kegiatan ini," katanya pada Mediakerincinews.com 

Kegiatan pengobatan gratis ini, direncanakan akan dihadiri oleh camat dan kepala desa se-Tigo Luhah Semurup serta serta tokoh masyarakat. (zen)

HMI dan Tantangan Bangsa Kedepan

Admin Nani Efendi | | Kategori , ,

 Oleh: Nani Efendi




    Idealnya, kader HMI sejati itu harus menguasai dan memahami dua persoalan besar di samping menekuni disiplin ilmu yang menjadi pilihannya di kampus. Dua persoalan besar itu ialah persoalan bangsa (wawasan kebangsaan atau keindonesiaan) dan persoalan keagamaan dan keumatan (wawasan keislaman). Dua wawasan ini— kebangsaan dan keislaman—harus benar-benar dimiliki oleh setiap kader HMI. Karena, hal ini sesuai dengan tujuan didirikannya HMI itu sendiri. Jika dua hal itu tidak dimiliki, berarti seorang kader HMI itu tidak memahami tujuan HMI dan tujuan ber-HMI. Di samping itu, ada dua wawasan lain yang akan menopang kompetensi seorang kader, yaitu wawasan kemahasiswaan dan keorganisasian.

    Wawasan kebangsaan dan keindonesiaan yang dimiliki oleh kader-kader HMI membuat mereka memiliki kesadaran politik dan kepekaan sosial yang tinggi. Kesadaran ini sangat perlu dalam memperjuangkan cita-cita HMI mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang diridhoi oleh Allah s.w.t.  Sedangkan wawasan keislaman akan menjadikan kader-kader HMI sebagai insan-insan moralis dan idealis yang selalu tunduk dan istiqomah dalam memperjuangkan kebenaran yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadits. Ketundukan kepada kebenaran itu adalah konsekwensi logis dari sikap ber-islam, yakni tunduk, patuh, dan pasrah kepada Allah (hanif). Wawasan keislaman ini juga menuntut kader-kader HMI untuk selalu mengimplementasikan nilai-nilai islam dalam segala sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Kenapa kader-kader HMI harus mempunyai wawasan kebangsaan dan keislaman? Karena, tujuan awal didirikannya HMI itu sendiri, yakni mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta mensyiarkan agama Islam.
Jadi, setiap mahasiswa yang bergabung dengan HMI harus melek (paham) politik, walaupun tidak harus menjadi politisi atau terjun ke kancah politik praktis. Kenapa kader-kader HMI harus melek politik? Karena, persoalan bangsa tidak bisa dipisahkan dari persoalan politik. Tidak hanya itu, persoalan bangsa sangat complicated. Oleh karena itu, kader-kader HMI juga harus memahami berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari persoalan sosial politik sampai persoalan ekonomi dan budaya. Persoalan-persoalan lain seperti pendidikan, hukum, kesehatan, iptek, pertahanan dan keamanan juga harus dipahami oleh kader-kader HMI. Pendek kata, kader-kader HMI mesti memahami berbagai sektor kehidupan bangsa. Oleh karena itu, komitmen untuk selalu belajar harus menjadi bagian dari jati diri seorang kader HMI. Belajar tentunya tidak sebatas di institusi formal, tetapi bisa belajar di mana dan kapan saja.
    Di atas itu semua, nilai-nilai (values) dan landasan keislaman tidak boleh lepas dari diri setiap kader-kader HMI. Islam harus tetap menjadi ruh dan sumber nilai, serta kekuatan dan landasan moral bagi setiap kader HMI dalam perjuangannya. Profesionalitas dan intelektualititas yang tinggi dengan dilandasi iman yang mantap (keislaman), itulah sosok ideal kader HMI yang bisa membawa Indonesia menjadi bangsa yang adil makmur. Problem SDM bangsa hari ini ialah terjadi keterpisahan antara dua wawasan itu (split personality). Akhirnya, banyak orang pintar tetapi tidak memiliki integritas dan moral yang baik. Sebaliknya, banyak juga orang yang mantap keimanan dan moralnya, tetapi tidak memiliki intelektualitas dan profesionalitas yang mumpuni. Kedepan bangsa kita membutuhkan pemimpin-pemimpin dan SDM yang memiliki keduanya, yaitu pintar/profesional dan bermoral.

Berbenah Diri

    Nah, kita berharap HMI memberikan kontribusi yang besar dalam melahirkan kader-kader bangsa yang pintar dan bermoral itu. Untuk mencapai tujuan itu, HMI tentunya harus berbenah diri dan mampu membaca peluang dan tantangan bangsa kedepan.
     Membaca Indonesia hari ini dan kedepan, pertarungan HMI sudah banyak ke tataran intelektual dan profesionalitas. Jika HMI tidak mampu melahirkan kader-kader yang cerdas, kritis, dan profesional di berbagai bidang serta memiliki semangat juang yang tinggi untuk mensejahterakan umat, maka kader-kader HMI harus bersiap-siap menjadi penonton di luar pagar transaksi-transaksi ekonomi. Kader HMI hanya mampu bertindak reaktif-emosional, tetapi tidak tahu harus berbuat apa. Kader HMI hanya sadar dirinya dirugikan oleh struktur sosial politik dan ekonomi yang tidak adil, tetapi tidak memahami secara persis kenapa itu terjadi dan bagaimana mengatasinya.
    Persoalan besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan umat Islam kedepan adalah persoalan-persoalan ekonomi. Persoalan ekonomi berimbas ke berbagai sektor kehidupan. Perebutan sumber daya ekonomi yang terjadi akibat sistem kapitalisme dan neoliberalisme akan mewarnai problem-problem bangsa kedepan. Kedepan, kita tidak lagi menghadapi musuh dalam bentuk fisik seperti di tahun 1940-an sampai 1960-an, tetapi musuh kita kedepan datang dalam bentuk ideologi, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi kapitalis sudah merasuki bangsa kita. Sehingga keserakahan dan kehidupan yang hedonis pun seperti sudah menjadi tren kehidupan hari ini. Kesenjangan sosial sudah kian melebar antara orang-orang kaya (the haves) dan orang-orang miskin (the haves-not). Pengangguran sudah menjadi problem besar bangsa ini. Belum lagi persoalan-persoalan lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang masih amburadul di sana-sini.
    Penjajahan gaya modern tidak hanya datang dari bangsa asing dalam bentuk sistem ekonomi kapitalis yang serakah, tetapi juga datang dari dalam bangsa sendiri dalam berbagai bentuk dan  strategi. Kebijakan yang tidak adil (crime policy) yang merugikan rakyat lemah serta kebijakan-kebijakan koruptif  dalam berbagai bentuk adalah salah satu contoh dalam hal ini.

Banyak Belajar

    Nah, begitu besar problem-problem umat dan bangsa yang harus diselesaikan oleh kader-kader HMI ke depan. Pertanyaannya, mampukah kader-kader HMI mengatasi berbagai persoalan bangsa ke depan, sehingga masyarakat adil dan makmur dapat terwujud?
     Dengan motto, “Yakin Usaha Sampai”, tentunya kader-kader HMI mesti mampu mencapai semua cita. Dengan syarat, kader-kader HMI harus berbenah diri dan mempersiapkan diri dengan meningkatkan intelektualitas dan profesionalitas di berbagai bidang  serta selalu meningkatkan stamina spiritual.
Saya  mengimpikan  presiden RI ke depan adalah kader HMI, sehingga bisa membuat kebijakan besar yang selalu berpihak kepada rakyat banyak. Gubernur BI juga kader HMI, sehingga mampu melawan “perang” rekayasa keuangan sistem kapitalis. Pendek kata, posisi-posisi strategis yang menentukan kehidupan rakyat secara luas dikuasai oleh kader-kader HMI. Untuk itu, kader-kader HMI harus banyak belajar. Kader-kader HMI harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
     Ada beberapa skill dasar yang wajib dimiliki oleh kader-kader HMI hari ini, antara lain: (1) penguasaan terhadap bahasa asing (minimal bahasa Inggris), (2) penguasaan terhadap IT (information technology), (3) kemampuan leadership dan manajerial, (4) communication skill (kemampuan berbicara dan menulis).  Dengan memiliki skill dasar itu, kader HMI sudah memiliki bekal untuk bersaing dan merambah ke dalam banyak sektor kehidupan. Dengan memiliki skill dasar itu juga, kader HMI mampu bersaing dan  memenangkan persaingan. Dengan  memenangkan persaingan, maka kader-kader HMI  bisa memegang posisi-posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Sehingga, sacred mission (misi suci), yakni terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah s.w.t. bisa tercapai. Yakin Usaha Sampai, dan usaha sampai yakin!
                                                     
Nani Efendi     
Alumnus HMI

Ilmuwan Besar Perancis Peluk Islam Usai Bedah Mumi Firaun

Admin Mediakerincinews.com | Sabtu, 21 Juni 2014 | Kategori , ,

Mediakerincinews.com - Maurice Bucaille lahir di Perancis. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia belajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Prancis. Kemudian menjadi dokter bedah terkenal dan terpintar yang pernah dimiliki Perancis modern. Namun, cerita keislamannya mampu mengubah hidup dia.

Perancis terkenal sebagai negara yang tertarik dengan arkeologi dan budaya. Di akhir 80an, Perancis meminta Mesir untuk mengirimkan mumi Firaun untuk dilakukan serangkaian eksperimen dan penelitian.

Akhirnya mumi penguasa Mesir terkenal tersebut akhirnya tiba di Perancis. Mumi itu kemudian dipindahkan ke ruangan khusus di Monument Center. Para arkeolog, ahli bedah dan ahli anatomi mulai melakukan studi tentang mumi ini dalam upaya untuk menyelidiki misteri Firaun.

Dokter bedah senior dan ilmuwan yang bertanggung jawab atas studi tentang mumi Firaun adalah Profesor Maurice Bucaille. Sementara proses restorasi mumi berjalan, Maurice Bucaille sibuk dengan pikirannya. Dia mencoba untuk menemukan bagaimana Firaun ini meninggal.

Saat larut malam, ia menemukan penyebabnya. Sisa-sisa garam yang terjebak dalam tubuh mumi itu adalah bukti bahwa ia meninggal karena tenggelam dan mayatnya segera diangkat dari laut.

Terlihat jelas juga bahwa para pendeta Mesir kuno buru-buru mengawetkan tubuh Firaun tersebut. Tapi Maurice bingung dengan sebuah pertanyaan, bagaimana tubuh ini--dengan mengesampingkan tubuh mumi lainnya dari Mesir kuno-- tetap utuh hingga sekarang meskipun tubuhnya pernah tenggelam di laut.

Maurice sibuk memikirkan hal tersebut ketika seorang koleganya mengatakan tidak usah terlalu dipikirkan karena dalam Islam disebutkan bahwa Firaun ini memang tenggelam.

Pada awalnya, dia sangat tidak yakin dan menolak pernyataan tersebut. Dia mengatakan penemuan seperti itu hanya bisa diketahui melalui peralatan komputer canggih dan modern.

Maurice bertambah tercengang setelah koleganya yang lain mengatakan bahwa Alquran, kitab suci yang dipercaya muslim, menceritakan kisah tenggelamnya Firaun dan mengatakan tubuh tersebut akan tetap utuh meskipun ia telah tenggelam.

Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana kitab suci umat Islam ini mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898. Selain itu Alquran juga baru diturunkan kepada umat Islam selama lebih dari 1400 tahun setelah peristiwa tenggelamnya Firaun. Mengingat juga sampai beberapa dekade lalu seluruh umat manusia termasuk muslim tidak tahu bahwa orang Mesir kuno mengawetkan firaun mereka?

Maurice Bucaille terjaga sepanjang malam menatap tubuh Firaun, berpikir mendalam soal kitab Alquran yang secara eksplisit mengatakan bahwa tubuh ini akan utuh setelah tenggelam.

"Bisakah dipercaya nabi Muhammad SAW tahu tentang ini lebih dari 1.000 tahun yang lalu ketika saya baru saja mengetahu hal itu?" pikir Maurice.

Pikiran Maurice malam itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan keheranan tentang kitab suci umat Islam. Mumi tersebut akhirnya dikembalikan ke Mesir.

Jatuh Cinta dengan Alquran

Tapi, karena ia sudah tahu tentang kisah Firaun versi muslim, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Kebetulan saat itu di Arab Saudi diadakan konferensi medis yang dihadiri banyak ahli anatomi muslim.

Di sana, Maurice memberitahu mereka tentang penemuannya, yaitu bahwa tubuh Firaun itu tetap utuh bahkan setelah ia tenggelam. Salah satu peserta konferensi membuka Alquran dan membacakan surat Yunus ayat 92 yang menceritakan kisah bagaimana tubuh Firaun diangkat dari dasar laut dan atas izin Allah, tubuh itu akan utuh agar menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang berpikir sesudahnya.

Dalam kegembiraannya setelah dibacakan ayat tersebut, Maurice berdiri di hadapan para peserta konferensi berkata, 'Aku telah masuk Islam dan percaya pada Alquran ini'.

Saat kembali ke Perancis, Maurice Bucaille menghabiskan 10 tahun melakukan studi tentang kesesuaian fakta-fakta ilmiah saat ini dengan yang disebutkan dalam Alquran. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Alquran tidak pernah bertentangan dengan satupun fakta ilmiah.

Dia kemudian menulis buku tentang Alquran yang menghebohkan seluruh negara-negara Barat, dengan judul, "The Bible, The Qur’an and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge."

Buku tersebut sangat laris dan bahkan ratusan ribu eksemplar telah diterjemahkan dari bahasa Perancis ke bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Persia, Turki dan Jerman. Bahkan tersebar ke hampir semua toko buku di seluruh dunia.

"Sisi ilmiah dari Alquran telah mengejutkan saya sejak awal, karena pikiran saya belum pernah melihat begitu banyak kajian ilmu pengetahuan yang disuguhkan secara akurat. Itu semacam cermin bagi ilmu pengetahuan yang sudah ditulis dalam buku-buku ilmiah selama ini padahal ilmu tersebut sudah ada lebih dari 13 abad yang lalu," sepenggal catatan kata pengantar Maurice dalam bukunya. 



Sumber: Onislam.net/dream.co.id

Al Haris: Saya Muak Lihat Sikap Pegawai

Admin Mediakerincinews.com | Jumat, 20 Juni 2014 | Kategori ,

Mediakerincinews.com, Bangko - Bupati Merangin, Al Haris dibikin meradang dengan ulah pegawai di lingkup Pemkab Merangin. Ia menumpahkan kekesalannya di depan ratusan pegawai saat pengambilan sumpah janji PNS, Rabu (18/6).

"Saya sudah muak dengan sikap sebagian PNS selama ini. Untuk kali ini saya tidak akan toleran lagi. Masyarakat banyak melaporkan tingkah laku PNS yang tidak profesional," katanya dengan nada tinggi.

Katanya, ada pejabat dibeberapa kecamatan tindak ngantor selama berbulan-bulan. Bahkan ada, sekretaris desa tidak pernah membuka kantor sama sekali.

"Itu sudah pelanggaran. Ada pejabat kecamatan sejak dilantik Maret lalu tak pernah ngantor. Banyak laporan masyarakat mengenai sekdes tak pernah buka kantor," ujarnya.

Kata Haris, pelayanan pegawai itu banyak dikeluhkan masyarakat. Hal tersebut berbanding terbalik dengan visi dan misinya memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

"PNS seperti itu tak ngerti tanggung jawab dan tak mensyukuri kesempatan yang diberikan. Diluar sana banyak yang ngantri mau jadi PNS. Sementara, yang sudah jadi hanya makan gaji buta. Itu dosa-dosa kita selama ini," katanya lagi.

Haris mengaku sudah cukup bersabar dengan ulah sebagian PNS itu. Katanya, Peraturan Pemerintah (PP) 53 tentang kedisiplinan harus ditegakkan, dan tidak ada lagi toleransi bagi PNS yang melanggar.

"Saya sudah sangat toleran selama ini, itu hanya di Merangin pemimpinnya seperti itu. Di tempat sudah diberi sanksi. Untuk ke depan, saya akan menegakkan aturan sesuai dengan PP 53," ujarnya.

"Jangan main-main terhadap hal itu. Saya akan segera ambil tindakan. PP 53 sudah jelas itu pelanggaran. Ingat, tindakan pemberhentian itu wewenang bupati," pungkasnya.
 
 
 
Sumber : Tribunjambi.com
>